[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek, memimpin rapat membahas tindak lanjut penanggulangan vaksin palsu bersama satuan tugas penanggulangan vaksin palsu di Gedung Kementerian Kesehatan, kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (12/7/2016) siang.

Dari rapat yang berjalan lebih dari 30 menit itu menghasilkan lima poin yang harus diketahui semua orang;

1. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan penelusuran di seluruh wilayah. Sejumlah 37 fasilitas layanan kesehatan yang berada di 9 propinsi mendapatkan vaksin dari sumber tidak resmi dengan jumlah sampel sebanyak 39 jenis.

2. Empat dari 39 sampel yang telah diuji BPOM tersebut memiliki isi yang tidak sesuai atau palsu. Dan satu sampel diduga palsu karena label tidak sesuai.

3. BPOM juga melakukan uji terjadap barang sitaan Bareskrim. Setelah memeriksa 15 produk, lima produk terbukti memiliki kandungan palsu, satu produk vaksin kadarnya tidak sesuai, dan satu produk yang labelnya tidak sesuai.

4. Berdasarkan hasil penyidikan Bareskrim dan BPOM, Kemenkes telah melakukan pendataan ulang pasien yang menerima vaksin palsu.

5. Kementerian Kesehatan akan memberikan vaksinasi ulang kepada sejumlah anak yang terdata mendapat vaksin palsu. Vaksinasi ulang akan dimulai dari satu klinik yang berada di Ciracas, Jakarta Timur, pada pekan depan karena datanya sudah tersedia.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply