[ad_1]

4. Terlalu lama berkendara
Sebuah studi di St. Louis University School of Medicine tahun 2010, menyatakan bahwa ¾ penderita melanoma stadium awal berada di sisi kiri tubuh. Para peneliti menduga itu akibat paparan UV saat mengemudi. Sekalipun kaca mobil sudah dilengkapi film filter UVA, namun jendela samping mobil masih memungkinkan sinar UV masuk.

Cara mengatasinya dengan memasang kaca film yang mampu menyaring UVB dan UVA, atau pastikan mengoleskan tabir surya pada bagian tubuh yang terbuka seperti lengan, leher dan wajah, bahkan sekalipun cuaca berawan.

5. Pernah mengalami sengatan matahari yang buruk
Menurut Melanoma Research Foundation, kulit terbakar akibat sengatan matahari dapat melipatgandakan risiko terkena melanoma di kemudian hari. Tak ada yang bisa dilakukan untuk dapat mengembalikan luka bakar akibat sengatan matahari selain dari melakukan pencegahan. Mengoleskan tabir surya SPF 15 untuk penggunaan sehari-hari mampu mencegah risiko hingga 50 persen.

6. Rambut merah
Mutasi genetik yang sama yang menyebabkan rambut merah juga meningkatkan risiko melanoma. Ini hasil dari sebuah studi pada tahun 2013 yang dilakukan oleh Beth Israel Deaconess Medical Center in Boston.

Para peneliti menemukan bawah mutasi tertentu, MC1R-RHC mengaktifkan jalur penyebab kanker ketika seseorang dengan rambut merah terkena radiasi UV. Hal yang sama juga terkait dengan kanker payudara, ovarium, dan kanker paru-paru. Namun demikian jangan berpikir bahwa mereka yang memiliki kulit lebih hitam aman terhadap melanoma, sekalipun kasus ini sangat jarang terjadi di Afrika.

“Orang berkulit hitam jauh lebih rentan terhadap melanoma acral lentiginous (ALM), ini jenis melanoma yang sangat mematikan yang biasanya muncul pada telapak tangan dan telapak kaki,”jelas Robinson. Intinya terlepas dari warna atau jenis kulit, sebaiknya bersikap proaktif melakukan pemeriksaan kulit jika melihat sesuatu yang mencurigakan di lengan, telapak tangan, telapak kaki atau bahkan di bawah kuku.

 

[ad_2]

Source link

Leave a Reply