[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta – Menjadi orangtua bukanlah pekerjaan mudah. Banyak pengorbanan dan komitmen yang harus mereka lakukan seumur hidup. Mereka pun siap melakukan apa saja agar anak-anaknya sehat dan bahagia.

Itulah bentuk cinta kasih orangtua pada anaknya. Apalagi, jika buah hatinya mengalami penyakit tertentu sejak lahir sehingga orangtua harus lebih keras lagi berupaya agar anaknya kembali normal.

Salah satu penyakit anak yang membutuhkan konsentrasi orangtua adalah Disleksia, kondisi anak mengalami gangguan belajar untuk membaca, menulis, dan menafsirkan serta memahami hal-hal tertentu sehingga menghambat kemajuan anak tersebut.

(Foto: hotgame-online.com )

Berikut ini beberapa tips berguna yang dapat diikuti para orangtua yang memiliki anak disleksia agar kehidupannya bisa lebih baik, dikutip dari Boldsky, Jumat (3/6/2016).

– Sabar

adalah kunci ketika menghadapi anak disleksia. Mereka memerlukan waktu lebih lama dalam melakukan tugas rutin dibandingkan rekan-rekannya.

– Tegas

Dalam memberikan instruksi pada anak, orangtua harus bersikap tegas. Hal itu membuat anak-anak mengerti untuk melaksanakan tugas-tugasnya.

– Pemaaf

Memiliki anak dengan penyakit disleksia dapat melemahkan orangtua secara emosional, dan mereka mungkin sering menyalahkan diri sendiri mau pun anak-anak. Itu hanya membuat masalah makin buruk. Oleh karenanya, jadilah orang pemaaf.

– Bawa ke tempat menyenangkan

Pastikan Anda membawa anak-anak ke tempat yang mereka sukai, seperti taman, museum, dan lain-lain setidaknya beberapa kali dalam sebulan. Tak beda dengan anak-anak lain, anak disleksia juga perlu bersantai dan bersenang-senang.

– Bicara dengan guru

Jika Anda memasukkan anak disleksia ke sekolah umum, pastikan Anda memberitahu guru tentang kondisi anak. Tetaplah berhubungan dengan guru secara teratur, agar tahu kemajuan anak Anda.

Selain itu, anak disleksia kerap diganggu dan diejek di sekolah. Pastikan juga Anda memberitahu gurunya agar bisa membantu anak terhindar dari masalah itu.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply