[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Sebuah kutipan populer mengatakan, “Alkohol adalah penyebab dan solusi untuk banyak masalah kehidupan.” Benarkah demikian? Banyak orang merasa minum alkohol dapat membantu mereka menikmati acara sosial tertentu, melupakan pengalaman menyakitkan, dan lain-lain.

Namun kebenarannya adalah meskipun efek alkohol dapat membuat seseorang melupakan hal-hal yang mengganggunya, dan bisa bersenang-senang, tapi itu tidak berlangsung lama, dilansir laman Boldsky, Kamis (14/7/2016).

Jika Anda sudah merasa kecanduan alkohol, sebaiknya Anda mencari bantuan profesional. Berikut ini perubahan positif dalam tubuh setelah berhenti minum alkohol.

1. Lebih bugar

Dalam minuman beralkohol terdapat banyak gula, pati, dan kalori kosong tanpa nilai gizi. Jadi, minum secara teratur dapat menambahkan berat badan, dan memperlambat metabolisme. Tanpa alkohol Anda akan mendapat tubuh yang lebih bugar.

2. Meningkatkan libido

Seseorang yang hidup dengan alkohol dapat mempengaruhi libido, dan menyebabkan hilangnya sensitivitas pada wanita. Artinya wanita tidak bisa menikmati seks lebih banyak. Jadi jika berhenti minum, dapat meningkatkan hubungan di atas tempat tidur.

3. Hati sehat

Alkohol dapat menyebabkan kerusakan pada hati yang ekstrem, dengan merusak sel-sel dan jaringan. Sehingga tidak ada alkohol berarti hati Anda tetap sehat.

4. Kebal terhadap penyakit

Alkohol menjadi salah satu penyebab utama melemahkan kekebalan tubuh. Bahkan bagi orang yang tidak teratur meminumnya. Jadi tanpa alkohol Anda akan kurang rentan terhadap penyakit.

5. Mencegah kanker

Tidak mengonsumsi alkohol berarti Anda mencegah risiko kanker seperti kanker usus besar, kanker prostat, dan lainnya. Juga menjauhi risiko penyakit mematikan lainnya.

6. Lebih bahagia dan tenang

Konsumsi alkohol menyebabkan depresi, kecemasan, dan penyakit mental lainnya. Jadi tanpa alkohol hidup Anda jauh lebih bahagia, dan tenang.

7. Mengurangi risiko stroke

Banyak minum alkohol dapat menyebabkan penumpukan kolesterol di pembuluh darah Anda. Dan Anda pun berada pada risiko penyakit kardiovaskular tertentu seperti serangan jantung, dan stroke.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply