asap tebal pekat

Asap tebal dan pekat sangat membahayakan masyarakat di Palangkaraya.¬†Polusi kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sudah di level bahaya. Warga banyak yang mengeluhkan sesak napas.¬†“Asapnya bikin mata perih, jantung kayak sesak nafas, ngos-ngosan dan dada nyeri,” kata warga Palangkaraya, Wulan, kepada detikcom, Minggu (27/9/2015).

 

asap tebal pekat 2

 

Wulan menyebut kabut asap sudah masuk ke dalam rumahnya. Dia dan keluarga selalu menggunakan masker baik di dalam atau pun di luar rumah.

“Walaupun pakai AC, udaranya jadi bau daun terbakar,” ucapnya.

Bahkan dia sampai menyediakan tabung oksigen agar bisa menghirup udara bersih. Wulan juga rutin minum air putih yang banyak, mengkonsumsi air beroksigen, makan buah dan selalu pakai masker ke mana pun pergi.

“Saking tebalnya asap, saya pakai tabung oksigen yang kecil itu karena sudah nggak tahan,” kata dia.

 

asap tebal pekat 1

 

Wulan mengatakan saat pagi hari ketika dia membuka pintu rumah, maka yang terlihat hanyalah asap tebal. Asap selalu menyelimuti daerah itu baik pagi, siang ataupun malam.

“Asapnya nggak ilang-ilang,” ucap Wulan.

Begitupun saat beraktivitas, kabut asap begitu mengganggu. Tebalnya asap juga membuat jarak pendang menjadi terbatas.

“Kalau mau wisata asap, datang saja ke Kalimantan Tengah,” ucap Wulan setengah bercanda.

“Kalau dibiarkan terus begini, bisa mati pelan-pelan ini,” tambah dia kesal.

 

asap tebal pekat

 

Penjabat Gubernur Kalimantan Tengah Hadi Prabowo mengatakan pekatnya asap yang menyelimuti Palangkaraya karena arah angin berbelok menuju ke kota tersebut. Titik api atau hutan yang terbakar ada di Tanjung Puting dan Pangkalan Bun, namun asapnya ke Palangkaraya.

“Titik apinya di Tanjung Puting dan Pangkalan Bun, tapi asapnya ke tengah. Itu yang membuat asap di Palangkaraya, tapi sekarang sudah membaik. Situasi sekarang cukup baik, mudah-mudahan terus membaik,” tutur Hadi saat dihubungi detikcom hari ini.

 

sumber:detik.com