[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Bulan ramadan seharusnya bukan penghalang bagi pasangan suami-istri untuk tetap rutin berhubungan seksual. Dr Boyke mengatakan seks tetap bisa dilakukan oleh mereka yang berpuasa asal tahu jadwal yang tidak menyalahi ketentuan agama.

“Sebetulnya itu lumrah, puasa jalan terus, seks juga jalan terus. Hubungan seks yang tidak boleh itu dimulai dari imsak sampai waktu buka. Setelah buka boleh berhubungan seksual,” kata Dr Boyke dikutip dari channel Vidio pribadinya pada Kamis (16/6/2016)

Namun, harus diingat, meski boleh berhubungan seksual setelah buka, bukan berarti harus buru-buru. Selesai buka puasa langsung berhubungan seks juga tidak dianjurkan.

“Jangan buru-buru juga. Ketika sudah buka, buka dulu, makan kurma dulu, minum air putih, sholat dulu, dan makan yang berat. Setelah itu taraweh, tadarus, baru setelah selesai semuanya boleh untuk berhubungan seksual,” kata Boyke menambahkan.

Berhubung puasa tahun ini banyak sekali pasangan baru, Dr Boyke juga menyarankan untuk melakukan hubungan seks jelang waktu sahur atau bahasa kerennya serangan fajar. “Pasangan baru ‘kan masih sayang-sayangan. Jelang sahur berhubungan seks, mandi junub atau mandi wajib, setelah itu makan sahur berdua, sholat subuh, kalau mau tidur lagi setelah itu boleh saja,” kata Boyke.

Menurut Dr Boyke, tak perlu ragu untuk berhubungan seksual di bulan Ramadan. Bagaimana juga ekspresi cinta suami-istri tetap harus dilakukan selama bulan puasa.

“Bulan puasa adalah bulan penuh berkah. Bulan puasa juga bulan romantis bagi pasangan baru,” kata Dr Boyke menekankan.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply