[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Sebuah Studi yang dipublikasikan pekan lalu di Prosiding National Academy of Sciences menyatakan bahwa rendahnya aktivitas gen tertentu dapat mempengaruhi perilaku sosial seseorang, termasuk kemampuan untuk  membentuk kehidupan sosial yang sehat, seperti dikutip dari Health, Sabtu (25/6/2016).

Adalah Gen OXT yang merupakan salah satu gen yang terlibat dalam produksi hormon oksitosin, yakni hormon yang terkait dengan sejumlah besar perilaku sosial pada diri seseorang. Mereka sering disebut sebagai “hormon cinta.”

Tim dari The University of Georgia telah melakukan tes genetik dan penilaian keterampilan sosial, struktur dan fungsi otak terhadap 120 orang lebih. Para peneliti menemukan mereka dengan gen OXT yang rendah cenderung lebih sulit berekspresi dan selalu cemas akan hubungan dengan orang yang dicintai.

Rendahnya OXT juga membuat aktivitas di sekitar otak menjadi berkurang, yang menyebabkan lambatnya respon sosial seseorang. “Semua pengujian kami menunjukkan bahwa gen OXT memainkan peran penting dalam perilaku sosial dan fungsi otak” jelas Brian Haas, salah satu penulis sekaligus asisten profesor psikologi.

Ini adalah temuan awal dan diperlukan studi lebih lanjut, tetapi penelitian ini bisa mengarah pada pengobatan baru dan lebih baik untuk sejumlah gangguan sosial, kata Haas. Jadi, kalau seseorang kelihatan antisosial, bisa jadi hormon cintanya mungkin sangat minim.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply