[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kesehatan menilai Travel Advice yang diberlakukan pemerintah Australia menanggapi Zika di Bali agak berlebihan. Sebab Bali bukan daerah endemis dan rentan Zika.

Begitu disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes drg Oscar Primadi MPH saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (18/6/2016).

“Mungkin pemerintah Australia hanya menyarankan saja. Tapi jika karena kasus Warga Negara Indonesia (WNI) di Taiwan, Indonesia bukan daerah endemis dan bukan daerah tertular Zika,” katanya.

Menurut Oscar, untuk kasus Zika di Indonesia yang positif hanya ada satu, itupun melalui laporan laboratorium Eikman pada 2015–pasien asal Jambi. Sedangkan saat ini belum ada kasus suspek yg positif dari lab biomedis Litbangkes.

“WNI di luar negeri (Taiwan) dilaporkan positif asal blitar, setelah ditelusuri kontak di blitar semua negatif zika,” katanya.

Oscar menambahkan, Kementerian Kesehatan juga telah bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan bandara untuk terus mengawasi masuknya virus Zika. Selain itu, upaya kampanye pemberantasan sarang nyamuk juga terus digalakkan.

Sebelumnya, laman berita Australia, the Sidney Morning Herald menyatakan, pemerintah Australia menyarankan semua wisatawan dari negaranya untuk melindungi diri dari nyamuk di Indonesia mengingat risiko Zika.

“Wanita hamil harus mendiskusikan rencana perjalanan apapun dengan dokter mereka dan mempertimbangkan menunda perjalanan ke Indonesia,” tulis pemerintah setempat.

Tak hanya itu, Travel Advice juga dikeluarkan agar wisatawan hati-hati selama di Indonesia, termasuk Bali.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply