[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta – Dalam konferensi kanker terbesar di dunia yang digelar di Chicago, Amerika Serikat mengungkapkan pentingnya olahraga dan penurunan berat badan sebagai kunci hidup sehat. Berjalan kaki 25 menit sehari disebutkan juga dapat melipatgandakan kesempatan bagi pasien kanker untuk bertahan hidup lebih lama.

Dokter harus meresepkan latihan selain obat-obatan, pembedahan, dan radioterapi, seperti dikutip Mirror.co.uk, Senin (6/6/2016). Para ilmuwan menyebutkan, kebugaran tubuh dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka yang terserang kanker stadium lanjut.

Selain itu, juga membantu mengurangi efek samping pengobatan yang melelahkan. Para ahli mengatakan kehilangan 25 persen dari berat badan, bisa meningkatkan mutu hidup 20 persen bagi penderita kanker payudara.

Olahraga ringan seperti jalan kaki maupun jalan cepat bantu bakar kalori. (Foto: mybeautygym.com)

Pasien kanker payudara yang rutin jalan kaki 25 menit berjalan setiap hari atau olahraga jalan cepat tiga jam seminggu memiliki risiko mati 46 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak menjalankannya, sebuah studi Yale Cancer Center menemukan fakta ini.

Pemimpin studi Prof Melinda Irwin mengatakan, “Setelah pengobatan, penurunan berat badan adalah hal yang harus dicapai apalagi hal ini tidak memiliki efek samping.”

Latihan fisik intensif memiliki efek langsung pada kanker prostat bahkan pada stadium lanjut, ahli onkologi, Fred Saad menjelaskan. Ia menambahkan, “Pasien kanker harus diberi pelatihan pribadi bersama obat sebagai bagian dari pengobatan yang mereka jalani.”

[ad_2]

Source link

Leave a Reply