[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Melukis pada tubuh atau tato memang sebuah seni, bahkan di Amerika Serikat semakin populer. Tapi tahukah Anda bahayanya?

Direktur kosmetik dan warna Food and Drug Administration (FDA), Dr Linda Katz menjelaskan infeksi dari tinta tato yang terkontaminasi, akan memiliki reaksi yang buruk. Ia pun menyarankan kepada orang yang ingin membuat tato untuk memikirkannya lagi.

“Pikirkan baik-baik sebelum Anda memutuskan. Menghapus tato adalah pekerjaan yang melelahkan-dan berpotensi menyakitkan. Penghapusan tanpa meninggalkan bekas itu tidak mungkin,” jelasnya, dikutip laman Webmd, Minggu (19/6/2016).

Diperingatkan Katz, Anda perlu khawatir mengenai praktik higienis, jarum suntik yang tidak steril, dan tinta yang terkontaminasi. “Anda bisa mendapatkan infeksi dari tinta yang terkontaminasi dengan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur,” lanjutnya.

Kontaminasi terjadi baik dalam proses manufaktur atau di salon tato. Penyebab umumnya adalah air yang tidak steril digunakan untuk mencairkan pigmen.

Tidak ada jaminan mengenai keamanan tinta tersebut. Terlihat, atau berbau tidak akan memberikan petunjuk apapun, bahkan jika wadah tertutup dan memiliki label steril sekalipun.

Tanda-tanda infeksi karena tato termasuk ruam di bagian tato, atau demam. Infeksi yang lebih serius bisa menyebabkan demam tinggi, gemetar, menggigil, dan berkeringat.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply