[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Wanita hamil lebih rentan alami komplikasi, risiko melahirkan prematur, dan masalah tekanan darah jika calon bayi yang ada di kandungan berjenis kelamin laki-laki.

Kesimpulan ini didapat para peneliti dari University of Adelaide, Australia, setelah melihat data 600.000 kelahiran yang terjadi selama 30 tahun.

Pemimpin penelitian Profesor Claire Roberts mengatakan, kondisi ini bisa saja terjadi lantaran adanya perbedaan pada plasenta, jalur kehidupan yang membuat sang bayi mendapat oksigen dan makan untuk tumbuh dan berkembang di dalam kandungan.

“Plasenta sangat penting untuk keberhasilan kehamilan,” kata Claire Roberts dikutip dari Daily Mail, Rabu (13/7/2016)

Sekali pun nantinya bayi-bayi yang bermasalah itu lahir dengan selamat, tidak menutup kemungkinan mengalami cacat, cerebral palsy, kebutaan, dan tuli.

Roberts juga mengatakan, wanita yang tengah mengandung calon bayi berjenis kelamin laki-laki, empat persen lebih mungkin mengembangkan diabetes gestasional.

Komplikasi serius yang dihadapi para calon ibu adalah kemungkinan besar untuk operasi caesar, cacat lahir, dan bayi lahir tapi meninggal.

Karena perbedaan di plasenta itu juga perempuan yang bakal melahirkan anak laki-laki dapat mengembangkan pre-eklampsia, gangguan terkait tekanan darah yang dapat berakibat fatal bagi ibu dan anak.

“Fungsi plasenta bisa berubah, tergantung jenis kelamin dari bayi di kandungan. Langkah selanjutnya calon ibu harus memahami konsekuensi dari perbedaan-perbedaan ini, dan komplikasi selama kehamilan,” kata Roberts menekankan.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply