[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Kita kerap dianjurkan memakan buah pisang jika sedang diare dan mengonsumsi pepaya jika sulit buang air besar (BAB). Dilihat dari sudut pandang gizi dan nutrisi, serat justru paling banyak terkandung di pisang, bukan pepaya. Namun, kenapa justru pisang yang paling baik untuk kesehatan saluran cerna kita?

Pisang seratnya memang lebih tinggi dari pepaya, tapi kenapa tidak dianjurkan? Karena pisang mengandung pektin. Pektin membuat kotoran jadi keras,” kata Konsultan Gastrohepatologi Anak, Dr Badriul Hegar, Ph.D, SpA(K) ditulis Sabtu (30/4/2016).

Sementara pepaya mengandung selilosa, yang bagus untuk kotoran yang tertahan di tubuh kita. Namun jangan juga terlalu banyak mengonsumsi pepaya di saat kita atau si Kecil mengalami konstipasi (sulit BAB).

 

“Kekurangan serat memang bisa membuat kotoran keras, tetapi mengobati bukan dengan meninggikan seratnnya. Berikan serat sesuai kebutuhan saja. Semakin tinggi serat pun tidak bagus,” ujar Hegar.

Serat merupakan bagian dari makanan yang berperan untuk kesehatan tubuh manusia. Semua jenis serat tidak sama kualitas dan kuantitasnya. Hegar selalu menganjurkan pasiennya untuk mengonsumsi beragam jenis serat. Jangan pagi makan pepaya, siang makan pepaya lagi, dan malam makan pepaya lagi.

“Tapi harus ada kacang, pepaya, dan sayurnya. Harus saling melengkapi satu dan lainnya. Namun, jangan berikan pisang,” kata Hegar.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply