[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Anda mungkin tidak pernah menyadarinya. Namun selama bertahun-tahun, wanita pada khususnya kerap menggunakan bahan kimia dari kosmetik hingga perlengkapan mandi. 

Bisa dibayangkan ada banyak bahan kimia yang kita gunakan seperti shampoo, conditioner, sabun, cuci muka, lulur, deodoran, body lotion, lipstik, lip gloss, eye liner, eye shadow, blusher, bedak, foundation, concealer, tabir surya, cat kuku, krim cukur, gel rambut dan serum yang tak bisa kita lepas hingga saat ini.

Sebuah studi di Amerika menemukan, wanita rata-rata menggunakan 12 produk kimia per hari dan pria cenderung menggunakan 6 produk kimia per hari. Menurut estimasi para peneliti, setidaknya ada 168 bahan kimia yang menempel pada kulit wanita dan 84 bahan kimia pada pria setiap hari.

 

Hal ini menunjukkan kekhawatiran dokter kulit, Kiran Lohia. Dia memperkirakan, bahan kimia yang menempel pada tubuh tidak sepenuhnya aman. Karena setiap delapan dari  82.000 bahan produk perawatan pribadi mengandung bahan kimia berbahaya.

“Terdapat karsinogen, yang menyebabkan kanker. Neurotoksin, yang memengaruhi perkembangan otak. Racun yang memengaruhi sistem reproduksi, pengganggu endokrin, yang memengaruhi hormon serta peliat, yang digunakan untuk melunakkan beton dan membuat plastik PVC fleksibel,” katanya, seperti dikutip Indiatimes, Sabtu (7/5/2016).

Sebuah lembaga non profit yang bergerak di bidang lingkungan, Environmental Working Group (EWG) memberikan peringatan mengenai bahan-bahan berbahaya yang terdapat dalam makeup dan produk perawatan pribadi.

Kelompok ini melakukan penelitian tahun 2000, mereka diuji kuteks dari 27 perusahaan yang berbeda dan menemukan, beberapa ddiantara bahan kuteks terkandung phthalate dibutil (DBP yang dapat menyebabkan gangguan reproduksi seumur hidup pada tikus jantan dan telah terbukti merusak testis, kelenjar prostat, epididymus, penis dan vesikula seminalis pada hewan. Bahan kimia ini juga diklaim dapat memicu cacat lahir pada anak-anak.

Berikut ini EWG memperingatkan bahan kimia berbahaya seperti 

1. Phthalates 

Studi ilmiah menemukan, paparan phthalate dapat menyebabkan kelainan reproduksi pada bayi laki-laki, mengurangi testosteron dan kualitas sperma pada pria dan awal pubertas pada anak perempuan. Ironisnya, bahan kimia ini sering tercantum dalam produk perawatan pribadi seperti parfum. 

2. Formaldehida

Beberapa bahan kimia kosmetik dirancang untuk bereaksi dengan air dalam botol untuk menghasilkan pengawet yang dapat menjaga produk dari pertumbuhan jamur dan bakteri. Tapi formaldehida adalah alergen kuat yang bersifat karsinogenik-penyebab kanker. Di mana Anda menemukannya? Shampoo, conditioner, sabun mandi dan produk-bahkan perawatan pribadi lainnya yang ditujukan untuk anak-anak.

3. Paraben

Paraben digunakan sebagai pengawet dalam beberapa produk kosmetik. Sebuah studi yang dilakukan para ilmuwan di Harvard School of Public Health menemukan, satu jenis paraben dapat menyebabkan gangguan kesuburan pada wanita. Baca kemasan dan hati-hati bila ada kandungan turunan paraben seperti propil paraben, ethylparaben, isopropylparaben, butylparaben dan isobutylparaben.

4. Triclosan dan triclocarban

Triclosan adalah bahan kimia membunuh bakteri yang kerap ditemui pada sabun cair, sabun mandi, sabun cuci pakaian, dan barang rumah tangga lainnya. Sayangnya, bahan kimia ini telah terbukti mengganggu sinyal tiroid dan hormon seks laki-laki dan perempuan. Sedangkan triclocarban, bahan aktif yang terdapat pada sabun antibakteri tekait dengan kelainan reproduksi pada hewan saat uji laboratorium.

5. Retinyl palmitate dan asam retinoat

Asam retinoat kerap digunakan dalam krim kulit anti-penuaan. Namun ilmuwan Amerika menemukan, bahan kimia ini mempercepat perkembangan lesi kanker pada kulit yang terpapar sinar matahari. 

6. Formaldehida atau formaldehyde

Beberapa pelurus rambut untuk smoothing dan sebagainya, biasanya memiliki 10 persen formaldehid murni. Dewan penasehat ilmiah kosmetik telah memperingatkan pelurus rambut berbasis formaldehida ini karena diduga memicu kanker.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply