[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Nuansa rumah minimalis yang masih menjadi tren hingga kini, ternyata menyimpan keunggulan secara psikologis. Sayangnya hal baik ini masih jarang diketahui oleh banyak orang.

Budaya minimalis yang cukup melekat dengan Jepang, secara psikologis memiliki konsep kesederhanaan yang baik. Dalam artian, dekorasi rumah minimalis seperti di Jepang menggambarkan kehidupan yang sederhana dan tak berlebihan.

Ukuran ruangan yang nyaris minim bahkan sempit nyatanya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Bahkan semakin kecil ruangan yang dimiliki semakin sedikit pula biaya yang dikeluarkan sehingga tak menyebabkan banyak sampah bertumpuk.

Seperti dikutip laman Brightside, Selasa (12/7/2016) rumah minimalis ala Jepang benar-benar memperlihatkan adat keluarga Jepang untuk memahami dan menghargai segala hal. Bahkan di beberapa rumah, orang-orang Jepang lebih memilih untuk tidak menggunakan ranjang mewah. Mereka merasa cukup nyaman tidur di atas kasur tanpa ranjang.

Bukan hanya bangunan saja yang memiliki nuansa minimalis, bahkan penggunaan perabotan disesuaikan dengan kebutuhan satu keluarga.

Kesederhanaan juga tercermin pada kamar tidur dan ruang kerja yang hanya berisikan sepasang meja dan kursi. Dalam ruang kerja hanya tersedia satu meja untuk menulis atau membaca.

Tak ketinggalan, rak buku yang menempel di dinding membuat ruangan tampak lebih rapi dan nyaman.

Sirkulasi udara hingga cahaya bahkan diperhitungkan dengan tepat, tak membutuhkan banyak lampu yang menempel. Sebab penggunaan jendela dan pintu telah dirancang seefektif mungkin.

Tak perlu memiliki setumpuk harta benda di dalam rumah demi mendapatkan kenyamanan, ketenangan, dan kerapian. Dengan meniru budaya minimalis dari Jepang ini cukup mengajarkan individu untuk tidak menjadi seseorang yang konsumtif.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply