[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Secara kasat mata memang cukup sulit membedakan vaksin yang asli dan vaksin palsu. Namun, Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) terus mengimbau sarana atau fasilitas kesehatan untuk terus melakukan pengadaan obat dari sarana yang resmi.

“Sekarang semuanya serba canggih dalam hal pembuatan obat. Sehingga memang cukup sulit bagi orang awam untuk mengetahui apakah itu asli atau justru vaksin palsu. Dengan membelinya di sarana resmi, sudah pasti asli. Kalau membelinya di sarana tidak resmi, tidak bisa dijamin keasliannya,” kata Direktur Pengawasan Produksi Produk Terapeutik dan PKRT, Togi Hutadjulu pada Jumat (24/6/2016) sore.

Masyarakat diimbau untuk tidak cemas berlebihan. Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI, Maura Linda Sitanggang, menyakini bahwa selama orangtua memberikan anak vaksin di tempat yang seharusnya, dipastikan vaksin yang digunakan bukan vaksin palsu.

Vaksin reguler atau vaksin wajib yang beredar di Indonesia, jelas Linda, dibeli lewat e-catalog langsung kepada produsen dan itu semuanya resmi.

E-catalog itu salah satu cara. Khusus vaksin-vaksin yang diadakan oleh pemerintah, seluruhnya dari e-catalog. Ini mayoritas dan untuk seluruh penduduk. Jadi, kita mengimbau supaya fasilitas kesehatan juga memanfaatkan vaksin yang disediakan pemerintah,” kata Linda menambahkan.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply