[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Seorang bocah bernama Jay Shetty akhirnya bisa memeluk ibunya untuk pertama kali setelah usianya lima tahun. Sejak lahir, Jay menderita cerebral palsy, yang menyebabkan masalah dengan gerakan, kordinasi, dan postur sehingga ia tidak bisa jalan, bicara, atau bermain.

Namun, ia telah menjalani transplantasi sel induk dengan menggunakan sel-sel sehat dari adiknya, Kairav. Dan dokter berharap bisa memperbaiki jaringan otak yang rusak, dilansir laman Dailymail, Selasa (21/6/2016).

Jay pun menjalani pengobatan sel induk intravena dari darah tali pusar sang adik, dan ternyata cocok. Ia pun diterbangkan ke North Carolina, London, untuk menjalani prosedur di Universitas Duke.

Bocah ini menjadi anak pertama di dunia yang menjalani pengobatan sel induk perintis. “Kami senang Jay telah diterima untuk penelitian ini. Ini bisa mengurangi gejala cerebral palsy. Jika dia dapat berjalan, dan berbicara akan menjadi sesuatu yang indah,” terang Shilpa Shetty, sang ibu.

Ditambahkan sang ibu, Jay sempat mengalami kebutaan selama tiga tahun terakhir disebabkan oleh aliran darah yang buruk antara saraf optik, dan otak.

Saat ini, Jay menjalani 40 minggu pengobatan terapi fisik di Inggris. Bersama keluarga, ia juga melakukan perjalanan ke Polandia beberapa kali dalam setahun untuk fisioterapi lebih intensif untuk memperbaiki kondisinya.

Setelah beberapa bulan, Jay pun bisa bergerak, dan bicara, seperti yang diimpikan orangtuanya. Ia pun sudah meninggalkan keadaan vegetatif setelah serangan jantung membaik.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply