[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Percaya atau tidak, kanker serviks menjadi “tren” belakangan ini. Jelas bukan tren yang bagus. Oleh ahli ginekologi asal Tulane University School of Medicine, Rachel Reitan, MD, kanker serviks disebut sebagai penyakit gaya hidup.

“Kanker serviks pada dasarnya timbul karena gaya hidup. Bahkan penganut vegetarian pun bisa terkena kanker serviks,” kata Reitan, seperti dikutip situs Everyday Health.

Bahkan, menurut Reitan, mengubah pola makan untuk tindakan pencegahan tidak akan berhasil jika tidak disertai dengan perubahan gaya hidup.

Kanker serviks adalah kanker yang paling sering terdapat pada organ reproduksi perempuan. Serviks adalah leher rahim, bagian yang menghubungkan antara rahim dengan vagina. Penyebab kanker serviks adalah berbagai strain human papilloma virus (HPV), sebuah infeksi yang disebabkan oleh hubungan seks.

Ketika terpapar HPV, sistem kekebalan tubuh biasanya akan mencegah virus tersebut melakukan perusakan. Pada sekelompok perempuan, virus tersebut berada di dalam tubuh selama bertahun-tahun, sebelum kemudian aktif mengubah beberapa sel di permukaan leher rahim menjadi sel kanker. Kanker serviks biasanya terjadi pada perempuan di atas 30 tahun.  

Siapa saja yang mungkin terkena kanker serviks? Beberapa faktor, seperti yang disebut berikut ini, adalah mereka yang memiliki kemungkinan terkena kanker serviks:

1. Memiliki banyak partner seks
Semakin banyak pasangan seksual yang dimiliki, semakin tinggi kemungkinan terkena HPV.

2. Aktivitas seksual dimulai sejak usia muda
Sudah mulai melakukan hubungan seks sebelum usia 18 tahun meningkatkan risiko tertular HPV. Sel-sel yang masih muda tampaknya lebih mudah berubah menjadi sel prakanker yang disebabkan HPV.

3. Sudah terjangkit penyakit menular seksual lainnya
Mereka yang sudah tertular STD (sexually transmitted disease), seperti chlamydia, gonorea, sifilis, atau HIV/AIDS, akan semakin rentan terhadap penularan HPV.

4. Sistem kekebalan tubuh lemah
Kebanyakan perempuan yang meski tertular HPV karena memiliki sistem imun yang kuat, HPV tidak akan mengubah sel leher rahim menjadi kanker. Akan tetapi, jika ada kondisi kesehatan lain yang menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh, HPV akan dengan “sukses” mengubah sel-sel tersebut menjadi sel kanker.

5. Perokok
Bagaimana pastinya mekanisme rokok bisa dihubungkan dengan kanker serviks, belum jelas. Akan tetapi, tembakau terbukti dapat meningkatkan kesempatan sel prekanker menjadi sel kanker, demikian pula kanker serviks. Merokok dan infeksi HPV bisa jadi bekerja bahu membahu untuk menyebabkan kanker serviks.

 

[ad_2]

Source link

Leave a Reply