[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Sebagian besar masyarakat pasti mendukung hukuman kebiri bagi penjahat sekual karena melihat dampak traumatik korban. Namun, tahukah Anda bahwa kebiri bukan sekadar masalah hak asasi manusia. Ada juga efek samping yang harus dia terima?

Seperti disampaikan dokter spesialis andrologi, dr. Heru H. Oentoeng, efek kebiri kimia secara langsung akan membuat fungsi hormon testosteronnya tidak bekerja dengan baik sehingga gairah seks dan kemampuan ereksi akan menurun. 

“Tapi secara fisik jangka panjang, suntikan ini akan menyebabkan penumpukan cairan di tubuhnya. Jadi dia seolah gemuk, tapi tubuhnya penuh cairan, tubuhnya bengkak, osteoporosis, serta ototnya melemah,” kata dokter yang berpraktik di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (27/5/2016).

Selain itu, kata dia, cairan anti-androgen juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

“Saya bukan tidak setuju, kami (dokter) justru mendukung perppu kebiri. Hanya saja, masyarakat perlu tahu, hukuman itu dibuat agar pelaku jera. Sedangkan suntik kebiri ini perlu repeat (diulang). Jangan sampai kebiri ini jadi tidak efektif karena menjalaninya tidak semudah dibayangkan,” ujarnya.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply