[ad_1]

Liputan6.com, Swedia – Lahir sebagai wanita tanpa rahim menjadi kehancuran tersendiri bagi Malin Stenberg. Saat remaja, ia diberitahu kalau dirinya menderita MRKH Sindrom, suatu kondisi genetik langka yang dialaminya.

“Saya tidak siap mendengarnya. Saya berpikir bahwa saya tidak akan pernah melahirkan bayi saya sendiri. Rasanya sangat tidak adil. Saya mencintai anak-anak, dan bayi,” jelasnya dikutip Daily Mail, Senin (13/6/2016).

Semuanya berubah ketika dirinya berumur 30 tahun, dan bertemu Claes Nilsson. Awal pertemuan, ia pun menceritakan kondisinya, dan Nilsson bersumpah untuk menemukan cara agar keduanya memiliki keluarga. Akhirnya mereka pun bertunangan.

Unik, bayi itu lahir dari rahim teman ibunya yang berusia 61 tahun dan sudah tujuh tahun mengalami masa menopause. (BBC)

Malin Stenberg yang kini berusia 38 tahun, tak menyangka bisa melahirkan seorang bayi. Sebelumnya, ia menjalani transplantasi rahim dari seorang teman.

Dan Stenberg pun menjadi wanita pertama di dunia yang memiliki anak dengan transplantasi rahim. “Jumlah kebahagiaan datang dari memiliki keluarga, dan tidak peduli apakah itu melalui transplantasi rahim, adopsi, atau sesuatu yang lain. Ini ajaib,” tambahnya.

Malin Stenberg pun bercerita, tiga tahun lalu dirinya diberi rahim oleh seorang teman dari keluarganya dan mengikuti program perintis transplantasi di Gothenburg University, Swedia. Dan 20 bulan kemudian, ia pun mencatat sejarah karena melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Vincent.

Ini bukan pertama kalinya Stenberg menjalani transplantasi rahim, namun selalu gagal. DanĀ StenbergĀ pun bukan satu-satunya wanita yang menjalani transplantasi, ada sembilan wanita lain yang kesemuanya mendapat rahim dari ibunya sendiri, kecuali Stenberg.

Tanggal 4 September lalu bayi Vincent yang lahir berkat transplantasi rahim dari orangtua yang berasal di Swedia tepat berusia 1 tahun.

Setelah rahim berhasil ditransplantasi, Stenberg menjalani perawatan IVF, akhirnya hamil. Bayi tersebut pun lahir secara prematur.

“Ketika saya memeluknya pertama kali, itu rasanya menakjubkan. Saya merasa bahwa dia adalah bayi saya. Kami benar-benar memiliki keluarga sekarang,” lanjutnya.

Ewa Rosen yang menyumbangkan rahimnya kepada Stenberg pun menjadi ibu baptis bagi Vincent. Sayangnya, Vincent dipastikan tak akan memiliki adik kandung karena rahim pada ibunya dihilangkan takut pada kehamilan kedua justru menjadi bahaya.

Sejak Vincent lahir, lebih dari empat bayi laki-laki, dan perempuan pun mengikuti jejaknya dari berbagai negara. Dokter bedah Richard Smith, kepala amal Rahim Transplant UK bersiap-siap untuk memulai serangkaian operasi serupa. Diperkirakan ada 15 ribu perempuan lahir tanpa rahim, baik secara bawaan, maupun dihilangkan karena penyakit tertentu.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply