[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Luke Elsworth, seorang remaja di Inggris mendadak menjadi sorotan publik karena menjadi pilot di usia belia. Di usia 19 tahun, dia telah ditawari untuk membawa easyJet–sebuah maskapai penerbangan sipil di Inggris.

Luke Elsworth

Tak perlu khawatir, meski masih muda, Luke telah terdaftar dalam program pelatihan pilot di CTC Aviation di Southampton sejak usianya 18 tahun. Dia juga telah menyelesaikan kursus penerbangan–yang meliputi simulator terbang selama enam bulan dan membawa pesawat di Arizona, USA.

Setelah 18 bulan melakukan uji penerbangan, Luke kini memegang Multi-Crew Pilot Licence dan tak lama dia diangkat sebagai pilot untuk easyJet sejak April silam. Berkat ketekunannya, Otoritas Penerbangan Sipil mencatatnya sebagai pilot maskapai termuda di Inggris.

Saat ditanya bagaimana rasanya di usia muda membawa pesawat berisi penumpang, Luke mengatakan, dia sangat bangga. Dia juga mengajak anak muda lain untuk seperti dirinya.

“Jika kamu telah berlatih dan cocok ke arah itu (penerbangan), kenapa ragu melakukannya hanya karena usia,” katanya, seperti dikutip Metro, Jumat (1/7/2016).

Dia bersikeras, tidak ada ekspresi khawatir dari penumpannya melihat dia masuk kokpit. 

Ketika ditanya apakah ia akan mampu mengatasi keadaan darurat udara, Luke mengatakan, dia selalu berharap menghindarinya… Tidak ada alasan untuk membuat penumpang aman.

“Saya tidak menyesal memulai karir sebagai pilot dengan tanggung jawab yang berat pada usia muda. Mungkin banyak orang pergi kuliah ke universitas, tapi ini bukan masalah. Sebab target saya adalah menjadi seorang kapten– meskipun meskipun butuh waktu setidaknya delapan tahun,” katanya.

Luke Elsworth

Kisah Luke memang tak lepas dari pekerjaan ayahnya, kapten Paul Elsworth yang juga pilot. Meski demikian, Paul mengaku tidak pernah mendorong anaknya untuk menjadi sepertinya. Menjadi pilot, kata dia, harus jadi keinginannya dia sendiri.

 

***Ingin mendapatkan informasi terbaru tentang Ramadan, bisa dibaca di sini.

 

[ad_2]

Source link

Leave a Reply