[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) keberatan dengan penggambaran dokter dalam Iklan Layanan Masyarakat berupa gambar atau komik di Harian Banjarmasin Post. Selain tak sesuai dengan etika profesi Kedokteran karena menolak pasien, penggambaran dokter sebagai tengkorak dianggap sebagai sosok menakutkan di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Umum PB IDI, Dr. Daeng M Faqih, SH, MH. yang dihubungi Health-Liputan6.com, mengatakan, dalam kondisi apapun seorang dokter tidak boleh menolak pasien–apalagi darurat.

“Ada tidaknya jaminan juga harus dilayani. Sehingga kami anggap iklan ini, dari segi dan konten penggambarannya tidak pas.”

“Ini ruang publik. Jangan sampai masyarakat menilai profesi dokter sebagai sosok yang mengerikan. Ini kan enggak baik, kurang bagus saja penggambarannya,” ujar Daeng.

Sebelumnya, IDI Cabang Kalimantan Selatan mengeluarkan pernyataan resmi yang meminta Iklan Layanan Masyarakat di Harian Banjarmasin Post yang diterbitkan pada hari ini Senin, 4 Juli 2016 oleh BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin diklarifikasi.

Pada iklan tersebut nampak profesi Dokter yang digambarkan sebagai tengkorak yang siap menjagal pasien. “Kalimat-kalimat percakapan jelas sekali merendahkan martabat profesi kedokteran seperti dokter minta jaminan, bila beli petasan siapkan juga uang untuk berobat dan sebagainya”

“Hal ini sangat melecehkan sekali profesi Dokter, sehingga kami semua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Kalimantan Selatan mengimbau semua para dokter yang ada di Wilayah Kalimantan Selatan dan seluruh Indonesia untuk tetap bersikap tenang, arif dan bijaksana agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang akan mengail di air yang keruh dengan kondisi ini,” tulis keterangan pers IDI cabang tersebut.

IDI menyatakan telah berkoordinasi dengan PB IDI Pusat untuk langkah-langkah yang perlu diambil karena hal ini tidak hanya terkait di Kalimantan Selatan tapi juga seluruh dokter di Indonesia. Surat resmi pun sudah dilayangkan sebagai Organisasi Profesi tertua di Indonesia ke pihak BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin dengan tembusan PB IDI Pusat dan BPJS Kesehatan Pusat.

IDI juga menyebutkan akan menempuh jalur hukum bila imbauan ini tidak diklarifikasi. Surat teguran kepada pihak Harian Banjarmasin Post juga telah dilayangkan. Mereka meminta media tersebut lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menayangkan iklan, berita atau yg lainnya yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat atau kalangan tertentu seperti profesi tertentu sehingga memicu provokasi.

Pantauan Liputan6.com, gambar komik mirip yang dihadirkan dalam iklan tersebut sebenarnya telah banyak beredar di media sosial. Dalam akun @komikdokter misalnya, komik ini telah diunggah oleh @jasa-jurnal di instagram. Dalam komik yang disajikan, beberapa komik menggambarkan dokter sebagai tengkorak biru mengenakan jas dokter.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply