[ad_1]

Liputan6.com, London – Umumnya orang menutup mata saat tidur. Namun seorang wanita asal Inggris, Phoebe Campbell (31) selalu tidur dengan mata terbuka.

Ternyata Phoebe mengalami kondisi bernama nocturnal lagophthalmos. Kondisi yang dialami sekitar 10 persen dari populasi masyarakat ini membuat mata tidak benar-benar tertutup saat tidur.

Nocturnal lagophthalmos membuat Phoebe berpotensi memiliki aneka masalah kesehatan pada matanya. Diantaranya mata jadi kering dan muncul jaringan parut pada kornea. Kedua hal tersebut membuat wanita ini berisiko kehilangan penglihatan.

Matanya yang selalu terbuka saat tidur membuat Phoebe mudah terbangun kala tidurnya. Misalnya saat ada lampu yang tiba-tiba menyala atau ada cahaya dari luar, hal tersebut bisa membangunkannya.

“Seperti orang lainnya, saat mencoba tidur aku akan menutup mata. Tapi saat benar-benar tertidur mataku akan terbuka sendiri. Ketika ada cahaya muncul sat tidur itu akan membangunkanku. Hal ini membuatku jarang mendapatkan tidur nyenyak,” tutur Phoebe mengutip laman Daily Mail, Senin (30/5/2016).

Lalu mengapa bisa ada seseorang mengalami kondisi nocturnal lagophthalmos?

Penyebabnya bisa dua hal yakni medis dan fisiologis seperti diungkap dokter mata Ceri Smith-Jaynes. “Ada beberapa alasan medis, seperti stroke serta kelumpuhan wajah Bell palsy,” tuturnya.

Bila terkait fisiologis itu terjadi karena kondisi kelopak mata tidak bisa benar-benar menutup. Sehingga meskipun coba menutup tetap nampak seperti sedang membuka kelopak mata.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply