[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Pemudik mudah sekali jatuh ke dalam kondisi dehidrasi. Menempuh perjalanan panjang lebih dari 12 jam membuat sejumlah pemudik enggan minum karena takut buang air kecil ketika berada di tengah kemacetan.

Sebagai dokter spesialis penyakit dalam, Praktisi Klinis dan Pengamat Kesehatan Dr.Ari F Syam mengatakan, dehidrasi merupakan kondisi paling umum yang sering terjadi selama musim mudik. Minimnya ketersediaan air atau sulitnya pemudik untuk buang air kecil, membuat mereka menghindari minum yang tentu saja kondisi ini semakin memperberat kondisi kesehatan yang sudah ada, terlebih pada orang tua.

“Belum lagi jika mereka berada di dalam kendaraan ber-AC dan dengan sirkulasi udara yang tidak baik. Terlalu dingin atau terlalu panas membuat kuling kering sehingga tidak bisa mempertanakan air dari dalam tubuh sehingga mudah jatuh dalam dehidrasi,” kata Ari dikutip dari keterangan pers yang diterima Health Liputan6.com pada Sabtu (9/7/2016)

Jadi, bisa ditebak, jika pemudik berada puluhan jam di ruang ber-AC, jangan heran bila mereka sampai mengalami dehidrasi.

Anak muda yang memang sehat dengan kondisi fisik prima serta tidak punya penyakit kronik, tentu akan lebih kuat menghadapi kondisi ini. Namun, tidak dengan orang tua yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti penyakit jantung atau paru-paru, dehidrasi ini menjadi sangat berbahaya.

“Yang jadi masalah karena di ruang ber-AC tubuh tidak berkeringat dan rasa haus juga tidak muncul. Orang tua juga mempunya kepekaan yang rendah terhadap rasa haus. Jika dehidrasi berlanjut, jantung akan berdetak lebih cepat,” kata Ari.

Dan kalau sampai mengalami dehidrasi, orang tersebut akan merasa sakit kepala yang pada akhirnya membuat emosinya sulit terkontrol, yang tak jarang menyebabkan terjadinya penurunan kesadaran.

[ad_2]

Source link

Leave a Reply